Tuesday, January 13, 2009

Kehamilan dan "Kutukan"

Masalah ini pernah Nita post di blog yang INI. Tapi karena tidak bisa dibuka di kantor, blognya jarang di update.

Ceritanya berawal dari seorang teman yang menulis di blognya. Dia mempunyai dua orang teman, sebut saja si A dan B. Si A adalah teman sekolahnya, dan si B adalah teman "gaul" nya. Dari awal bergaul dengan si B, dia tahu bahwa si B menikah dengan mantan pacar si A. Si B bertahun-tahun menikah (dengan mantan A) tak kunjung diberi keturunan oleh-Nya. Padahal segala macam cara dan kunjungan ke banyak dokter sudah dilakukan.

Pada suatu ketika, teman ini teringat dulu si A (ketika mengetahui pacarnya "berselingkuh" dengan B) pernah mengucapkan kata-kata yang tidak baik. Intinya, saking sakit hatinya sambil menangis dia mengutuk si B agar tidak punya anak.

Ketika teman ini bicara dengan si A mengenai "kutukannya" tempo dulu, si A terkejut. A bahkan tidak ingat pernah mengatakan hal demikian. Akhirnya A bertaubat dan berdoa kepada Tuhan, bahwa dia memaafkan si B dan mencabut kata-katanya dulu. Dan.. tidak lama dari kejadian itu, teman Nita mendengar kabar bahwa si B hamil! (amazing!!)

Setelah membaca postingan teman ini (duh.. ceritanya jadi panjang ya?) Nita jadi ingat, pernah mengucapkan hal seperti yg diucapkan si A. Memang seharusnya tidak boleh, tapi mungkin waktu itu saking sakit hatinya atas ucapan seseorang mengenai anakku, akhirnya mulut tanpa disadari mengucapkan kata-kata "kutukan" yang semestinya tidak diucapkan. Tapi setelah membaca tulisan itu, Nita langsung istighfar, memohon ampun, dan mencabut kata-kata yang dulu pernah diucapkan. Dan beberapa saat kemudian, Nita dengar orang itu hamil!!

Ini entah kejadian yang saling lepas atau tidak. Mungkin kebetulan. Tapi setidaknya dari pengalaman ini, ada hikmah (atau kesimpulan ya?) yang bisa dipetik:
1. Jika kita disakiti orang, harus tetap hati-hati menjaga lidah. Jangan sampai Tuhan mengabulkan doa kita yang buruk tentang orang lain.
2. Jika ada orang yang tidak hamil-hamil, padahal kata dokter tidak ada masalah apa-apa; suami dan istri sehat, sperma tidak masalah, sel telur baik-baik saja dst., sudah berobat kesana kemari (sampai ke pengobatan alternatif bahkan ke luar negeri), cobalah introspeksi diri... Pernahkah menyakiti orang lain? mungkin ada doa orang yang tersakiti yang menghalangi rezeki untuk mendapatkan keturunan. Jika tidak ingat, perpanjanglah silaturahim dengan orang lain, perbanyaklah minta maaf.

It's just my 2 cents...

3 comments:

Anonymous said...

wah serem juga ya. pastinya gak kepikir ucapannya itu bakalan bener2 menimpa orang lain. sekarang harus ingat terus deh, kalo ngomong jangan sembarangan. kadang kalo lagi sebel sama orang tanpa sadar kita ngomong yg gak seharusnya. mungkin energi omongan negatif itu terkirim pd orang ybs...kasian ah

Mama Krucils said...

duh jgn sampe deh ngomong sembarangan, kadang maksud kita becanda tp bisa jadi kenyataan ..

Rita Kusuma said...

Iya ya mam, jangan sampe deh kita nyumpahin orang...gak baik lagian juga dilarang ma agama..
Smoga kita di jauhkan dari yang demikian deh..